Suburnya bisnis properti di Jogjakarta disebabkan oleh banyaknya pendatang yang masuk ke kota jogjakarta dan membutuhkan tempat tinggal yang beraneka ragam sesuai dengan tingkat kemampuan keuangan mereka.
Pada saat sekarang ini bisnis properti khususnya didaerah Jogjakarta dan sekitar bisa dibilang lagi naik daun.
Hampir semua orang ingin sekali ikut serta merasakan Suburnya bisnis properti di Jogjakarta. Begitu juga dengan para investor. Baik investor kelas pemula sampai yang kelas kakap. Banyak sekali para investor dari dalam kota dan luar kota menginvestasikan uangnya dalam bentuk tanah dan bangunan di jogjakarta.
Hal ini dikarenakan karena bisnis properti di Jogja sangat menguntungkan dan didukung dengan lingkungan yang aman dan tenang. Setiap tahun harga tanah naik, menurut survey, permeternya rata-rata naik 20%-30% pertahun.
Penyebabnya karena tingkat ekonomi masyarakat Jogjakarta, yang terus meningkat ke atas dan setiap tahun banyak sekali para pendatang yang datang untuk sekolah, kuliah atau kerja di Jogjakarta. Para orang tua yang anaknya sekolah di Jogjakarta kemudian membeli properti di jogja untuk tempat tinggal anaknya selagi kuliah di jogja. Hitung hitung sebagai investasi, dengan harapan nanti dapat dijual lagi dengan profit yang berlipat nanti ketika anaknya sudah lulus kuliah.
Para investor pemula seperti ini biasanya membeli tanah atau properti dengan tidak disertai informasi yang akurat mengenai harga properti di Jogjakarta. Jadi mereka hanya sedikit menawar ketika membeli properti tersebut. Padahal oleh penjual harga tersebut sudah di mark-up lumayan tinggi. Alhasil ketika properti tersebut terjual, pemilik properti lain di sekitar daerah tersebut menjadikan harga yang sudah tinggi tersebut sebagai patokan. Maka dari itu harganya dapat naik terus sampai sekitar 20%—30% per tahun nya.

Biasanya para investor kelas kakap berinvestasi dalam bentuk asset Ruko, Hotel, Perumahan,Rumah kos, Gedung Pertemuan, Arena bermain, restorant dan Apartemen. Setelah asset bangunan terbentuk akan menjadikan penghasilan terus menerus tanpa harus bekerja lagi (pasif income).
Data dari Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) DIY menyebutkan kebutuhan rumah saat ini mencapai 91 ribu unit yang tersebar di kabupaten dan kota. Ini merupakan peluang bagus bagi pengusaha properti.
Hanya beberapa kendala kecil seperti bunga bank yang belum turun yang menyebabkan pertumbuhan bisnis properti di Jogjakarta menjadi lebih tinggi lagi.
Jogjakarta tercatat sebagai kota terbaik dalam peringkat kemudahan berbisnis Doing Business in Indonesia 2010 versi International Finance Corporation (IFC) untuk mayoritas indikator yang diteliti.
Financial and Private Sector Development IFC, menyebutkan Jogjakarta berada di peringkat pertama dari 14 kota di Indonesia yang disurvei oleh IFC untuk indikator kemudahan memulai bisnis dan indikator pengurusan ijin mendirikan bangunan.
Menurut lembaga tersebut, untuk indikator mendirikan usaha, di Jogjakarta memerlukan 8 prosedur, 43 hari dengan biaya 29% dari pendapatan per kapita. “Untuk indikator pengurusan izin mendirikan bangunan, ada 8 prosedur dengan 67 hari dan memakan biaya 133,7% dari pendapatan per kapita,” jelas lembaga tersebut dalam peluncuran Doing Business in Indonesia 2010.
Doing Business in Indonesia 2010 merupakan laporan yang mengukur kemudahan berbisnis pada tingkat regional dengan menganalisis kebijakan usaha dari sudut pandang perusahan domestik skala kecil dan menengah (UMKM).
Karena kemudahan itulah nampaknya Jogjakarta menjadi kota yang menarik hati investor untuk menginvestasikan uangnya di bidang properti.
Daerah daerah yang saat ini menjadi primadona adalah daerah jogja Utara. Ada banyak sekali kawasan elit di Jogjakarta yang terletak di jogja bagian utara ini. Kawasan elit tertua mungkin adalah kawasan elit di seputaran jalan kaliurang yaitu pogung baru, kemudian lebih keutara lagi yaitu Merapi view, kemudia agak ke timur di ringroad utara ada Cassa Grande, yang menjadi primadona utama di sekitaran 3-5 tahun ini adalah jalan damai. Tempatnya ada di sekitaran Jalan Kaliurang Km 8 setelah pombensin belok kearah barat atau ke keiri jika dari arah bawah/ringroad. Di sekitar daerah ini tumbuh subur resto-resto yang menu makanan nya dari makanan tradisional sampe eropa. Memang lokasinya menarik dan bagus sehingga di daerah jalan damai ini harganya cepat sekali naiknya.
Di daerah daerah elit tersebut banyak sekali rumah yang menjadi asset banyak warga pendatang, bahkan si empunya tidak lagi ada di jogjakarta, asset asetnya tersebut kemudian di kontrakkan ke sanak familinya teman atau orang lain yang membutuhkan. Ada kelemahan dari sistem kontrakkan rumah ini. Biasanya si pengontrak rumah tidak begitu peduli dengan keadaan rumah ketika mereka memakainya. Banyak rumah yang kemudian menjadi tidak terperhatikan kondisinya. Apalagi jika kontraktor(penyewanya) anak anak muda atau mahasiswa, wah alamat banyak tuh bagian rumah yang tidak terperhatikan. Tapi ya memang seperti itu psikologis si kontraktor. Yang penting sudah bayar lunas di awal kemudian bebas menggunakan rumah tersebut selama waktu kontrak yang telah disepakati.

Padahal lebih baik lagi jika asset yang berharga tersebut dititipkan ke orang yang bisa dipercaya dan dipergunakan dengan sebaik baiknya dengan untung yang sebesar besarnya. Caranya bagaimana? Coba cari sebuah layanan homestay yang sekarang sudah lumayan dikenal. Homestay tersebut memiliki banyak rumah yang disewakan harian. Anda bisa lihat mengenai hal ini di artikel sebelumnya yaitu, Carilah the real homestay di Jogja Titipkan saja properti yang anda punyai ke mereka itu. Asset anda yang berharga itu pasti terperhatikan. Karena mereka juga pastinya selalu menjaga rumah tersebut supaya enak dan nyaman dipakai oleh tamu tamu atau konsumen mereka. Anda juga bisa mendapat bagi hasil yang lumayan setiap bulan atau tahun sesuai dengan perjanjian yang disepakati. Rumah anda terawat, kemudian rumah tersebut bisa memberikan profit yang lumayan untuk anda.
Menarik bukan….
Popularity: 66% [?]
No related posts.
The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.
Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.
Powered by Vote It Up
April 8th, 2010 at 9:43 am
kalau rumah kami yang ada tidak begitu bagus fasilitasnya bagaimana???